PERAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN
INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi
dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Secara
Online di Indonesia
Pendahuluan
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran
dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas
belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya
karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan.
Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang
yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat
mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan
pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak
jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif
pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi
beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang
berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta
didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan
aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs
pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni
bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan
aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan
pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut
dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah
teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada
pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan
munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau
non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran
yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real
time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan
pengetahuan (knowledge).
Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja
untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat
melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi
yang diminatinya.
Sistem
Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan
jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional
mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan;
umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level
pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang
penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian,
percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan
alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.
Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan
pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan
komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem.
Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak
jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam
mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan,
tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi
juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan
berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa
selama dalam proses berjalan.
Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh
antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara
mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa.
Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak
jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan
dipelajari.
Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi
dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi
distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang
tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak,
mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan
mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan
mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai
pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai
maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.
No comments:
Post a Comment